Penyakit Cacar Monyet

Penyakit Cacar Monyet, Stigma dan Dampaknya

Penyakit cacar monyet adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Orthopoxvirus dari keluarga Poxviridae. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1958 pada monyet yang dipelihara untuk penelitian.

Cacar monyet adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau kulit yang terluka dari hewan yang terinfeksi. Virus ini juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit dari orang yang terinfeksi.

Gejala cacar monyet biasanya muncul dalam waktu 7-14 hari setelah terpapar virus. Gejala awal cacar monyet dapat meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Setelah beberapa hari, penderita cacar monyet akan mengalami ruam kulit yang dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam kulit ini dapat berupa bintik-bintik merah, lepuh, atau pustula.

Penyakit Cacar monyet biasanya sembuh dalam waktu 2-4 minggu. Namun, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti infeksi sekunder, pneumonia, dan ensefalitis.

Asal usul cacar monyet masih belum diketahui secara pasti. Namun, penelitian menunjukkan bahwa virus ini kemungkinan berasal dari Afrika. Virus ini telah ditemukan pada monyet, tupai, dan hewan pengerat lainnya di Afrika.

Pada tahun 2022, terjadi wabah cacar monyet di beberapa negara di luar Afrika. Wabah ini diduga disebabkan oleh mutasi virus cacar monyet. Mutasi ini membuat virus cacar monyet lebih mudah menyebar dari manusia ke manusia.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk cacar monyet. Namun, penyakit ini dapat diobati dengan obat-obatan antivirus, seperti tecovirimat dan brincidofovir.

Penyakit Cacar Monyet

Kasus dan Penyebaran Cacar Monyet di Indonesia

Kasus penyakit cacar monyet pertama kali dilaporkan di Indonesia pada tanggal 19 Agustus 2022. Pasien tersebut adalah seorang pria berusia 27 tahun yang baru saja kembali dari perjalanan ke Belanda.

Hingga tanggal 6 Desember 2023, terdapat 29 kasus cacar monyet yang telah terkonfirmasi di Indonesia. Kasus-kasus tersebut tersebar di 5 provinsi, yaitu DKI Jakarta (23 kasus), Banten (4 kasus), Jawa Barat (1 kasus), dan Sumatera Utara (1 kasus).

Penyebaran cacar monyet di Indonesia diduga terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Sebagian besar kasus penyakit cacar monyet di Indonesia terjadi pada laki-laki dengan rentang usia 18-49 tahun.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit cacar monyet, antara lain:

  • Melakukan tracing dan isolasi terhadap kasus-kasus cacar monyet
  • Melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah penularan cacar monyet
  • Melakukan pengadaan vaksin cacar monyet

Vaksin Cacar Monyet

Vaksin cacar monyet merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan cacar monyet. Vaksin ini terbukti efektif untuk mencegah cacar monyet hingga 85%.

Pemerintah Indonesia telah memesan 1,2 juta dosis vaksin penyakit cacar monyet dari perusahaan farmasi Bavarian Nordic. Vaksin tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia pada bulan Desember 2023.

Baca Juga : Ketahui Gejala Kanker Kulit yang Perlu Anda Waspadai

Tahapan Gejala Cacar Monyet

Gejala cacar monyet biasanya muncul dalam waktu 7-14 hari setelah terpapar virus. Gejala awal penyakit cacar monyet dapat meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Setelah beberapa hari, penderita cacar monyet akan mengalami ruam kulit yang dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam kulit ini dapat berupa bintik-bintik merah, lepuh, atau pustula.

Berikut adalah tahapan gejala cacar monyet:

Fase Inkubasi

Fase inkubasi adalah waktu antara saat seseorang terpapar virus dan saat gejala pertama muncul. Fase inkubasi cacar monyet biasanya berlangsung selama 7-14 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari.

Fase Prodromal

Fase prodromal adalah fase awal gejala cacar monyet. Fase prodromal biasanya berlangsung selama 1-4 hari. Gejala-gejala yang dapat muncul pada fase prodromal antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri punggung
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Fase Erupsi

Fase erupsi adalah fase munculnya ruam kulit. Fase erupsi biasanya dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Ruam kulit pada cacar monyet dapat berupa bintik-bintik merah, lepuh, atau pustula.

Ruam kulit biasanya muncul dalam waktu 1-3 hari setelah gejala prodromal. Ruam kulit ini dapat bertahan selama 1-2 minggu.

Fase Penyembuhan

Fase penyembuhan adalah fase hilangnya ruam kulit. Fase penyembuhan biasanya dimulai setelah 1-2 minggu munculnya ruam kulit.

Pada fase penyembuhan, ruam kulit akan mulai mengering dan mengelupas. Ruam kulit ini biasanya akan hilang sepenuhnya dalam waktu 2-4 minggu.

Penyebab Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus Orthopoxvirus dari keluarga Poxviridae. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1958 pada monyet yang dipelihara untuk penelitian.

Virus cacar monyet dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau kulit yang terluka dari hewan yang terinfeksi. Virus ini juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit dari orang yang terinfeksi.

Risiko Penularan Penyakit Cacar Monyet

Risiko penularan cacar monyet dapat meningkat pada orang yang memiliki kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti:

  • Kontak fisik dengan orang yang terinfeksi, seperti bersentuhan kulit, berbagi tempat tidur, atau berbagi pakaian.
  • Kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah, air liur, atau cairan lepuh.
  • Kontak dengan lesi kulit orang yang terinfeksi.

Orang yang berisiko tinggi tertular cacar monyet antara lain:

  • Orang yang bekerja atau tinggal di lingkungan yang terdapat hewan yang terinfeksi, seperti monyet, tupai, dan hewan pengerat lainnya.
  • Orang yang melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Cara Mencegah Penularan Penyakit Cacar Monyet

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penularan cacar monyet:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti monyet, tupai, dan hewan pengerat lainnya.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi penyakit cacar monyet.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur.
  • Gunakan masker jika Anda berada di dekat orang yang terinfeksi cacar monyet.

Jika Anda memiliki gejala cacar monyet, segera periksakan diri ke dokter.

Baca Juga : Jerawat di Dada Pria, Waspadai 4 Penyebab dan Cara Atasinya

Penyakit Cacar Monyet

Pencegahan Cacar Monyet

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penularan cacar monyet:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti monyet, tupai, dan hewan pengerat lainnya.

Hewan yang terinfeksi cacar monyet dapat menunjukkan gejala, seperti demam, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika Anda melihat hewan yang menunjukkan gejala-gejala tersebut, hindari kontak langsung dengan hewan tersebut.

  • Hindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Orang yang terinfeksi penyakit cacar monyet dapat menularkan virus melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit. Jika Anda berada di dekat orang yang terinfeksi, hindari kontak fisik yang dekat, seperti bersentuhan kulit, berbagi tempat tidur, atau berbagi pakaian.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik untuk membantu menghilangkan virus dari tangan Anda. Anda juga dapat menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol jika tidak ada sabun dan air.

  • Gunakan masker jika Anda berada di dekat orang yang terinfeksi.

Masker dapat membantu mencegah penyebaran virus melalui udara. Jika Anda berada di dekat orang yang terinfeksi, gunakan masker untuk melindungi diri dari penularan virus.

Jika Anda memiliki gejala cacar monyet, segera periksakan diri ke dokter.

Selain melakukan tindakan pencegahan di atas, Anda juga dapat melakukan vaksinasi cacar monyet untuk melindungi diri dari penyakit ini. Vaksin penyakit cacar monyet terbukti efektif untuk mencegah cacar monyet hingga 85%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *